Logo Liverpool

Pemerintah kota Liverpool merasa sangat khawatir dengan aksi ribuan fans Liverpool yang melakukan perayaan juara  Liga Primer Inggris klub kesayangan mereka di stadion Anfield.

Meski ini adalah perayaan spesial karena Liverpool baru kembali mengangkat trofi juara kompetisi domestik lagi setelah 30 tahun, namun yang ditakutkan adalah timbulnya cluster baru Corona.

Seperti dikutip dari BBC, penyebaran virus Corona di Inggris masih terus bertambah dan jumlah kematian telah mencapai angka 43 ribu jiwa.

Tentu saja apa yang dilakukan oleh fans The Reds ini membuat pemerintah dan pihak keamanan geram karena hal itu tak sesuai dengan protokol kesehatan.

 “Meskipun mayoritas fans menyadari jika ini bukanlah waktu yang tepat untuk melakukan selebrasi, namun beberapa fans lainnya tetap memilih untuk berkerumun di area Anfield,” ujar Wakil Kepala Polisi setempat, Rob Carden.

Carden menyatakan  ketakutan pemerintah setempat akan terjadinya cluster Corona baru sangat wajar. Terlebih saat ini Merseyside merupakan salah satu daerah terdampak Corona paling parah di Inggris.

Aksi ribuan fans Liverpool ini sendiri memang telah mendapat sorotan dari berbagai pihak. Banyak pihak menyayangkan tindakan sembrono para fans yang mengabaikan aturan social distancing.

Tindakan tersebut juga mendapatkan kecaman mengingat saat ini banyak tenaga medis yang masih berjuang di garda terdepan untuk menangani pasien yang jumlahnya terus meningkat.

Bulan lalu, hasil investigasi menunjukkan laga Liga Champions antara Liverpool vs Atletico Madrid yang berlangsung pada 11 Maret lalu besar kemungkinan menjadi sumber kematian bagi 41 warga kota Liverpool.