Logo Persiraja Banda Aceh. (Foto: Indosport).

Manajemen Persiraja Banda Aceh mempertanyakan kelengkapan Surat Keputusan (SK) yang baru dirilis oleh PSSI, karena tidak menjelaskan perihal ketentuan gaji pemain dan staf pelatih pada bulan Juli dan Agustus.

PSSi baru saja memutuskan lewat surat keluaran nomor 53/VI/2020, yang menentukan nasib Liga 1 yang sudah dalam kondisi ditangguhkan karena force majeur karena pandemi virus corona.

Poin utama dalam SK tersebut adalah untuk meneruskan kompetisi pada bulan Oktober mendatang, dengan tambahan bahwa klub hanya diwajibkan untuk membayar gaji pemain sebesar 50 persen.

Pada SK sebelumnya, yang memutuskan bahwa Liga berada dalam kondisi force majeure sedari bulan Maret lalu, PSSI membolehkan klub untuk membayar gaji pemain hanya sebesar 25 persen hingga bulan Juni ini.

Kini, karena Liga 1 baru dilanjutkan pada bulan Oktober mendatang, Persiraja merasa PSSI perlu menjelaskan perihal ketentuan gaji pemain pada bulan Juli-Agustus mendatang, yang tidak ada dalam aturan tertulis.

“Sudah ada pembicaraan soal liga bergulir pada bulan Oktober. Yang berarti, kami sudah menantikan surat itu sejak kemarin,” tutur Sekretaris Umum Persiraja, Rahmad Djailani, dikutip dari Indosport.

“Namun menurut kami, SK tersebut belum lengkap. Negosiasi ulang bisa dilakukan pada bulan September karena liga akan digelar lagi bulan Oktober. Namun bagaimana dengan gaji pada bulan Juli dan Agustus?”

Pandemi virus corona memang telah memaksa klub-klub untuk menyesuaikan diri dengan keadaan, karena minimnya aliran dana yang masuk ke kas klub.

Ketentuan yang diambil oleh PSSI, bahwa pemain hanya berhak 50 persen upah dari nilai kontraknya, merupakan hal yang dilakukan untuk menyesuaikan kondisi keuangan klub, yang tidak akan menerima uang dari hasil penjualan tiket, karena laga-laga akan digelar tanpa penonton hingga musim berakhir.