Penyerang andalan Persebaya Surabaya asal Palestina, Mahmoud Eid, memiliki ambisi besar untuk bisa kembali memperkuat Timnas Palestina.

Stadion Gelora Bung Tomo dikenal sebagai salah satu stadion paling ‘berisik’ di Indonesia, dan atmosfer itu yang sangat dirindukan pemain asing Persebaya Surabaya, Mahmoud Eid.

Wajar apabila Mahmoud Eid begitu merindukan atmosfer meriah di GBT, karena sang pemain sudah tiga bulan lamanya tidak tampil di hadapan para pendukung Persebaya yang fanatik.

Selain merindukan atmosfer GBT, Mahmoud Eid juga merindukan kompetisi setelah Liga 1 2020 dihentikan sementara pada Maret lalu akibat pandemi virus corona.

Sambil menyatakan kerinduannya kepada Bonek dan Bonita, pemain asal Swedia ini menaruh harapan besar agar kompetisi Liga 1 2020 dapat segera dilanjutkan kembali.

“Atmosfer Stadion GBT yang paling saya rindukan Bonek dan Bonita yang sangat menakjubkan,” kata Mahmoud Eid kepada Indosport.com.

“Saya rindu kembali bermain, berlatih bersama tim dan pemain yang lainnya.”

Keinginan Mahmoud Eid untuk segera tampil di hadapan Bonek dan Bonita, sepertinya harus ditahan sang pemain lebih lama lagi karena situasi yang saat ini terjadi di Indonesia.

Memang, PSSI sudah membuat rencana untuk kembali melanjutkan Liga 1 2020 pada September mendatang. Tapi, belum ada tanggal pasti tentang kapan kompetisi dapat dilanjutkan.

Karena hal ini, Persebaya masih belum berani menggelar latihan tim kembali dan Mahmoud Eid juga belum diperintahkan untuk kembali ke Indonesia, di tengah ketidakpastian ini.

Selain alasan tersebut, Surabaya yang menjadi salah satu kota terparah, yang terdampak virus corona membuat Mahmoud Eid masih harus berada di Swedia, sembari menunggu kabar terbaru.

Dan selama belum ada keputusan, pelatih Persebaya yakni Aji Santoso tetap memerintahkan Mahmoud Eid untuk terus berlatih di rumah, agar kebugarannya tetap terjaga dan siap bermain, ketika musim dilanjutkan.