Champions League
Liga Champions (Champions League). (Foto: ESPN.com)

Edisi88 – Penduduk di sejumlah distrik di Lisbon akan diwajibkan untuk tetap berada di rumah lagi mulai pekan depan, setelah ibu kota Portugal tersebut mencatatkan gelombang kasus baru virus corona, sebagaimana yang diumumkan oleh pihak pemerintah pada hari Kamis (25/6) kemarin.

Mereka yang tinggal di area-area terdampak dari ibu kota Portugal tersebut, total ada 19 distrik yang tidak termasuk pusat kota Lisbon, akan diperbolehkan untuk keluar rumah hanya untuk membeli barang-barang esensial, seperti makanan dan obat-obatan, dan hanya diperbolehkan bepergian untuk bekerja.

“Satu-satunya cara yang efektif untuk mengontrol pandemi adalah dengan tetap tinggal di rumah kapan pun memungkinkan, tetap menjaga jarak pada setiap waktu dan selalu menggunakan perlindungan dan standar kebersihan,” kata Perdana Menteri Antonio Costa dalam sebuah konferensi pers yang dikutip dari The Jakarta Post.

Kebijakan tersebut akan mulai diberlakukan pada tanggal 1 Juli hingga 14 Juli mendatang, dan akan kembali ditinjau ulang setelahnya, berdasarkan dokumen resmi dari pemerintah.

Di 19 distrik tersebut, pertemuan sosial dibatasi hingga lima orang saja, berbanding maksimal 10 orang di area lain di kota Lisbon yang masih terbebas dan 20 orang di seluruh negeri.

Pengumuman yang dirils pada hari Kamis kemarin datang setelah pemerintah memberlakukan pembatasan pada hari Selasa (23/6) kemarin, yang termasuk penutupan sebagian besar ruang komersial, terkecuali restoran, untuk tutup sebelum pukul 8 malam.

Nasib Liga Champions

Sebelumnya pada bulan Juni ini, Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) telah mengumumkan bahwa kompetisi Liga Champions musim 2019/2020 akan dilanjutkan dan dilaksanakan secara terpusat di ibu kota Portugal, Lisbon, pada bulan Agustus mendatang.

Itu akan dimulai pada babak perempat final yang akan dilaksanakan dalam satu leg pada masing-masing pertemuan, bukannya sistem dua leg kandang-tandang pada ketentuan sebelumnya, dan Lisbon menjadi tuan rumahnya.

Penunjukkan Lisbon diyakini karena itu tidak akan menguntungkan klub mana pun yang masih tersisa di pentas Liga Champions musim ini, karena klub-klub asal Portugal sudah tersisih semua.

Masih ada empat pertandingan pada leg kedua babak 16 besar yang harus diselenggarakan dan belum ditentukan apakah akan dilaksanakan di kandang masing-masing klub sebagaimana yang dijadwalkan semula, atau sudah mulai dipusatkan di Lisbon.

Terkait gelombang baru virus corona yang terjadi di kota Lisbon, UEFA masih belum memberikan pengumuman resmi, namun tidak menutup kemungkinan jika tuan rumah sistem home tournament pada sisa Liga Champions musim ini akan dipindah.

Kereta Masih Penuh

Akan ada lebih banyak polisi yang berpatroli berkeliling di Lisbon untuk memastikan bahwa warga telah mematuhi peraturan, dan mereka yang tidak mematuhi akan dihukum, kata Costa.

Portugal, yang telah melaporkan jumlah kasus positif terinfeksi secara keseluruhan sebanyak 40.415 dan 1.549 di antaranya berakhir kematian, dipuji sebagai salah satu negara yang sukses menekan angka penyebaran virus corona, sehingga dipercaya oleh UEFA untuk menjadi tuan rumah home tournament Liga Champions.

Namun wabah lokal di daerah-daerah miskin perkotaan dan kawasan industri, demikian pula dengan orang-orang yang gemar berpesta di daerah pantai, telah membuat kasus bertambah.

Foto-foto yang beredar mengenai kereta dan bus dalam kota yang disesaki oleh para warga juga menjadi peringatan bagi pihak otoritas pengambil kebijakan di Portugal, dengan banyak orang menyalahkan transportasi publik sebagai pusat penyebaran infeksi baru virus corona.