PT Liga Indonesia Baru (PT LIB). (sumber: twitter.com/Teukurizqi)

PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sudah menyiapkan skenario lanjutan Liga 1 dan Liga 2 musim ini, yang rencananya akan dilaksanakan pada September serta Oktober mendatang.

Diprediksi penyebaran virus corona (Covid-19) yang belum usai pada bulan itu, kompetisi nantinya akan digelar tanpa penonton.

Dilansir dari Indosport.com, hal ini diutarakan Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, Sabtu (27/06/20).

Dia juga mengungkapkan pertandingan akan digelar dengan protokol kesehatan yang ketat, dengan adanya buku panduan yang akan dibagikan ke peserta kompetisi.

Hal ini menjadi kabar positif pemain dan tentunya klub peserta. Sebab selama tiga bulan terakhir, tak ada kegiatan sepak bola yang menjadi profesi mereka.

“Kami menyiapkan skenario pertandingan tanpa penonton sementara ini. Hal ini mengingat pandemi Covid-19 di Indonesia belum aman,” kata Akhmad Hadian Lukita.

“Terkait penerapkan protokol kesehatan juga sudah kami diskusikan,” sambungnya.

PT LIB nantinya juga akan menetapkan maksimal orang yang boleh berada di stadion. Selain itu, mereka juga akan mengatur jarak antara satu orang dengan yang lain.

Termasuk pemain cadangan yang akan ditempatkan tidak di bench pemain. Namun semua itu masih belum final dan baru sebatas skenario.

PT LIB nantinya menunggu keputusan dari PSSI mulai dari jadwal kick off, regulasi, hingga protokol kesehatan itu.

“Secara prinsip PSSI akan melanjutkan liga pada September dan Oktober. Kami tinggal menunggu pernyataan resmi saja,”lanjut Akhmad Hadian Lukita.

Selain itu mereka juga masih menunggu, kota mana saja yang dipakai untuk kompetisi. Hal ini sesuai wacana dari PSSI yang ingin memusatkan pertandingan di Pulau Jawa.

“Sebab tidak semua kota peserta Liga 1 bisa digunakan di Pulau Jawa,” tandas Akhmad Hadian Lukita.

Adapun PSSI ingin melanjutkan kompetisi sebagai ajang para pemain muda yang akan tampil di Piala Dunia U-20 tahun depan.

Mereka juga mewacanakan ada regulasi khusus untuk tiap tim menggunakan pemain usia di bawah 20 tahun (U-20).