Australia Siapkan 1.000 Pasukan Militer
Australia Siapkan 1.000 Pasukan Militer Untuk Pencegahan COVID-19. (Foto: Daily Sabah)

Edisi88 – Militer Australia telah mengumumkan pada hari Kamis (25/6) ini bahwa mereka akan mengirim 1.000 pasukan ke Melbourne untuk membantu negara menekan angka penyebaran virus corona.

Negara bagian dengan penduduk paling padat kedua di Australia, Victoria, muncul sebagai episentrum baru, setelah negara tersebut melaporkan jumlah kasus harian tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Negara bagian Victoria telah melaporkan total 33 kasus baru positif terjangkit virus corona dalam 24 jam terakhir, yang membuat negara bagian tersebut telah mencapai angka dua digit hanya dalam sembilan hari, dengan total kasus aktif sebanyak 200 kasus, terbanyak dari keseluruhan kasus di seantero Australia yang mencapai 270.

Dalam upayanya menekan angka penyebaran virus corona, Perdana Menteri Victoria, Daniel Andrews, mengatakan bahwa otoritas sudah mulai melakukan pengetesan di daerah paling terdampak.

“Kami memiliki ambulans dan van yang siap pada setiap ujung jalan. Namun kami akan melihat jumlah kasus ini meningkat dalam hitungan hari,” kata Andrews, dikutip dari The Jakarta Post.

Peningkatan jumlah kasus baru yang terjadi ini hanya berselang beberapa pekan setelah Australia mulai melonggarkan aturan batasan sosial, dan otoritas meyakini bahwa jumlah kasus baru bakal terus meningkat.

Pada hari Kamis ini, otoritas telah melaporkan bahwa setidaknya ada 37 kasus baru yang dinyatakan positif virus corona, yang merupakan jumlah tertinggi bagi negara tersebut sejak pertengahan bulan April lalu.

Meskipun nominal tersebut masih terbilang kecil dibandingkan dengan jumlah kasus yang terjadi di seluruh dunia, wabah terus tereskalasi di Australia, yang terbilang sukses dalam menekan angka penyebaran.

Menteri Pertahanan Linda Reynolds mengatakan pada hari Kamis ini bahwa akan ada 1.000 pasukan yang akan dikirim ke Victoria dalam hitungan hari.

Hingga 805 personel dari militer Australia akan membantu negara memantau kembalinya para pelancong internasional yang diwajibkan untuk melaksanakan isolasi mandiri di hotel, selagi sekitar 200 lainnya akan membantu penyaluran logistik dan bantuan medis ke fasilitas-fasilitas pengujian COVID-19.

Personel militer sudah berjaga-jaga di perbatasan negara yang sudah ditutup untuk pengunjung dari luar, selagi merencanakan bantuan untuk pelayanan manajemen kesehatan dan darurat, termasuk Victoria.

Namun demikian, pengiriman personel militer yang begitu besar merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya di Australia dalam menangani krisis virus corona.

Ide tersebut datang dengan lonjakan kasus di Melbourne, dengan tambahan pusat-pusat pengetesan untuk zona-zona merah virus dan supermarket harus menerapkan nkembali aturan untuk membatasi pembelian, seiring dengan kecemasan kembalinya kebiasaan panic-buying.

Klaster-klaster virus muncul di keluarga-keluarga besar di seantero negara bagian terbesar kedua di Australia, hotel-hotel digunakan untuk mengkarantina para pelancong yang baru kembali.

Perdana Menteri Victoria, Daniel Andrews, mengatakan bahwa 1.000 pekerja harus bekerja dari pintu ke pintu untuk mendesak warga di daerah paling terdampak di Australia untuk melalui tes, dengan harapan adanya 100 ribu orang menjalani tes dalam 10 hari.

“Pengetesan cepat di daerah pinggiran kota ini bertujuan untuk menemukan semua orang yang terjangkit virus, kemudian mengkarantina mereka di rumah dengan dukungan yang pantas,” katanya kepada para reporter.

“Itu bertujuan untuk memberikan kestabilan terhadap angka-angka ini. Jumlah tersebut akan meningkat, namun itulah strategi yang tepat, untuk menemukan kasus-kasus ini.”

Secara keseluruhan, Australia telah mencatatkan sekitar 7.500 kasus terjangkit virus corona dan 104 kematian di populasi yang mencapai 25 juta, dengan sejumlah daerah pada dasarnya terbebas dari virus.