Cristiano Ronaldo.

Sosok Cristiano Ronaldo terus menjadi pemain penting di dua pertandingan Serie A Italia 2019-2020 yang dilakoni Juventus usai pengentian kompetisi akibat pandemi virus corona (Covid-19) selama tiga bulan terakhir.

Penyerang asal Portugal ini selalu mencetak satu gol bagi Bianconeri saat menang melawan Bologna (skor 2-0) dan Lecce (4-0) lewat eksekusi penaltinya.

Torehan itu membuat Cristiano Ronaldo berada di posisi kedua top skor Serie A Italia dengan catatan 23 gol di bawah penyerang Lazio, Ciro Immobile dengan raihan 27 gol.

Namun kini julukan negatif, ”Penaldo” dari beberapa fans klub lain kembali mencuat karena seringnya mantan pemain Real Madrid itu berhasil menceploskan bola ke gawang lawan lewat titik putih.

Padahal, dalam dua pertandingan pekan ke-27 dan ke-28 Serie A Italia itu, bukan Crisiano Ronaldo saja yang berhasil mencatatkan skor.

Seperti di laga melawan Bologna, ada nama Paulo Dybala yang mampu menggandakan keunggulan setelah gol Kapten Tim Nasional Portugal itu.

Begitu juga saat melawan Lecce di Stadion Juventus pada Sabtu (27/06/20) dini hari WIB. Kembali ada nama Palulo Dybala, lalu Gonzalo Higuan dan Matthjis de Ligt yang ikut andil dalam pesta empat gol Bianconeri selain Cristiano Ronaldo.

Dilansir dari Indosport.com, Juventus juga bukan klub yang paling diuntungkan dalam hal memperoleh kesempatan tendangan penalti. Si Nyonya Tua merupakan klub nomor empat yang mendapat penalti paling banyak di Serie A Italia 2019-2020.

Artinya, ada tiga klub lain yang masih lebih banyak mendapatkan keuntungan tendangan penalti dari mereka. Di urutan pertama ada Lazio dengan catatan 14 kali mendapatkan penalti.

Dilanjut Genoa dengan 11 kali mendapatkan penalti. Bahkan Lecce yang menjadi lawan Juventus semalam ada di posisi ketiga klub yang mendapatkan penalti yakni sebanyak sepuluh kali.

Adapun Juventus sebelum laga melawan Lecce hanya memperoleh sembilan kali kesempatan tendangan penalti.

Baru di laga semalam, mereka menyamai apa yang didapat Lecce yakni sepuluh kali mendapatkan kesempatan mencetak gol lewat titik putih.

Penalti yang didapat Juventus, khususnya saat meladeni Lecce juga wajar diberikan wasit.

Sehingga olok-olok Juventus sebagai klub pemuncak klasemen Serie A Italia dan Cristiano Ronaldo hanya bisa tampil bagus dari sepakan penalti, masih bisa dipatahkan argumennya.

Juventus saat ini memang harus bersyukur memiliki Cristiano Ronaldo yang jempolan dalam mengeksekusi tendangan 12 pas yang memiliki prosentasi gol 100 persen dalam sembilan kesempatan.

Adapun satu gol dari titik penalti bagi La Vecchia Signora sukses dipersembahkan Paulo Dybala.

Berbeda dengan Lazio yang dari 14 kali mendapatkan kesempatan mencetak gol dari penalti hanya memiliki kesuksesan 78,6 persen. Hal yang sama juga ditorehkan Genoa yang hanya memiliki keakuratan 72,2 persen dari 11 sepakan penalti yang didapat.

Adapun Lecce, prosentasenya lebih baik dari dua klub tersebut. Klub berjuluk Salentini ini mencatatkan 80 persen sepakan dari titik putih dari sepuluh kesempatan yang mereka dapatkan.

14 Gol Lewat Open Play

Julukan Penaldo sebagai olok-olok tentunya juga kurang tepat disematkan bagi Cristiano Ronaldo. Sebab tidak sampai setengah golnya di musim ini diciptakan lewat tendangan penalti.

Dari 23 gol yang dipersembahkan peraih lima gelar Ballon d’Or ini, 14 di antaranya diciptakan lewat open play.

Adapun sembilan gol lainnya adalah buah efektifitasnya mengeksekusi penalti bagi Juventus dengan akurasi 100 persen.

Di lain sisi, sosok bomber Lazio, Ciro Immobile lebih banyak mengeksekusi penalti untuk klubnya yakni sepuluh kali kesempatan. Namun hanya sembilan gol yang dia torehkan, karena satu gol yang dia lesakkan meleset di Serie A Italia.

Meskipun begitu, penyerang asal Italia ini tetap memimpin capocannonieri dengan 27 gol dari 27 laga. Lagi-lagi gol dari open play juga masih mendominasi baginya yakni 19 gol.

Apakah pantas dia dijuluki Penobile?

Kembali ke Cristiano Ronaldo, dia juga pernah gagal mencetak gol lewat tendangan penalti. Namun hal itu terjadi di luar kompetisi Serie A Italia.

CR7 gagal mencetak gol dengan proses itu saat melawan AC Milan di leg kedua Coppa Italia 2019-2020 pada 12 Juni kemarin.

Namun beruntung saat itu Juventus lolos ke final dengan kemenangan agregat gol tandang dari AC Milan.

Namun di partai puncak, skuad asuhan Maurizio Sarri ditaklukkan Napoli lewat adu penalti dengan skor 2-4 setelah bermain imbang 0-0 selama 120 menit.

Dalam momen itu Cristiano Ronaldo belum sempat ambil bagian mengeksekusi bola. Sebab Juventus sudah tidak mungkin mengejar ketertinggalan dalam adu penalti.

Pemain yang dijuluki Penaldo sejak di Real Madrid ini, tidak bisa membantu klubnya meraih trofi bergengsi itu.