Shin Tae-yong. (FOTO: Tribunnews)

Shin Tae-yong genap menangani Tim Nasional Indonesia selama setengah tahun atau enam bulan pada Minggu (28/06/20) mendatang.

Di periode ini, pelatih asal Korea Selatan itu sudah mengikuti jejak Luis Milla yang menangani Skuad Garuda sejak Januari 2017 sampai Oktober 2018.

Namun bukan prestasi yang diberikan Shin Tae-yong kepada Timnas Indonesia. Sebab banyak pertandingan dan kompetisi yang ditunda, karena pandemi corona.

Jejak Luis Milla yang diikuti mantan pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu, yakni mengungkapkan kekecewaanya kepada kepengurusan PSSI.

Hal itu dikemukakan Shin Tae-yong dalam sebuah wawancara dengan media Korsel bernama Naver Sport, belum lama ini.

Satu di antaranya saat merelakan Ratu Tisha mundur dari posisi Sekretaris Jenderal PSSI.

Shin Tae-yong mengungkapkan dalam wawancara itu, Ratu Tisha punya kemampuan besar di sepak bola dan dia sosok yang disukai masyarakat.

Namun dia terkejut saat perempuan yang kini sibuk bertani jamur itu, sudah menanggalkan jabatannya pada 13 April silam.

Selain itu juga, Shin Tae-yong menyayangkan sikap PSSI yang tidak mendukungnya dalam menggelar pemusatan Timnas Indonesia di Korsel.

Keberatan PSSI tidak lain karena kondisi dunia yang sedang dilanda pandemi Covid-19.

Sehingga keselamatan dan kesehatan pemain dipandang menjadi hal yang paling utama, dibanding ke Negeri Gingseng.

Selain itu, Shin Tae-yong juga mengeluhkan fasilitas sepak bola di Indonesia. Khsusunya di Stadion Wibawa Mukti yang ditunjuk PSSI sebagai venue latihan timnas.

Pelatih berusia 51 tahun ini menyebut lapangan di Stadion Wibawa Mukti tidak bagus dan bisa membuat pemain cedera.

Hal ini mengejutkan karena stadion yang digunakan untuk PON XIX Jabar 2016 dan salah satu kandang Timnas Indonesia itu tergolong baru dibangun.

Kemudian soal pemilihan pemain yang dipanggil Timnas Indonesia, Shin Tae-yong mengaku tidak semua adalah pilihannya.

Dia juga mengkritik fisik pemain Tim Merah Putih yang lemah dan kelelahan setelah 20 menit bermain.

Bahkan, dia menyebut fisik tim senior lebih buruk di bandingkan Garuda Muda.

Shin Tae-yong dihadapkan pada pemecatan karena kontroversi yang dia buat sehingga memicu masalah internal juga di skuad Timnas Indonesia.

Seperti pernyataannya yang menyinggung Indra Sjafri, yang semula adalah asisten pelatihnya di Timnas Indonesia U-19 dan kini menjadi atasannya sebagai direktur teknik.

Menghilang dari Timnas Indonesia

Kini Shin Tae-yong masih berada di Korsel dan enggan kembali ke Indonesia.

Nasibnya bisa jadi nanti akan seperti Luis Milla yang menghilang usai gagal berperstasi di ajang Asian Games 2018. Saat itu Luis Milla langsung pulang ke Spanyol.

Setelah itu munculah kabar pemecatan dirinya, dan posisinya digantikan Bima Sakti sebelum Simon McMenemy masuk untuk melatih Timnas Indonesia.

Jika Shin Tae-yong setelah masalah ini menghilang, tentu sang pelatih lebih parah dari Luis Milla.

Sebab Shin Tae-yong belum memberikan kontribusi apapun bagi sepak bola Indonesia.

Sedangkan Luis Milla meski menghilang tetap dinantikan para penggemar sepak bola di negeri ini. Sebab dia sudah menanamkan filosofi sepak bola filanesia.

Adapun medali perunggu SEA Games 2017 adalah prestasi yang sudah dipersembahkan mantan pelatih Real Zaragoza itu.