Pelatih anyar Barcelona, Quique Setien.

Setelah hanya bisa bermain imbang dengan skor 0-0 saat melawan tuan rumah Sevilla dalam pertandingan pekan ke-30 LaLiga Spanyol 2019-2020 pada 20 Juni kemarin, posisi pelatih Barcelona mulai tak aman.

Quique Setien mulai dicap tidak memenuhi kriteria membesut El Barca dan statusnya sebagai juru taktik klub mulai digoyang.

Padahal setelah itu Barcelona kembali meraih kemenangan atas Atletico Bilbao dengan skor 1-0 di Stadion Camp Nou dalam laga pekan ke-31, Rabu (24/06/20). Namun semua sepertinya menjadi terlanjur.

Sebab Real Madrid yang mampu menang dalam empat laga di Juni ini mengkudeta mereka di puncak klasemen dengan poin yang sama, yakni 68 angka dengan keunggulan head to head.

Dilansir dari Marca, sebenarnya Quique Setien datang menangani Barcelona sejak pertandingan pekan ke-20 LaLiga Spanyol musim ini melawan Granada pada 20 Januari lalu, membuat tim ini meraup 28 poin dari 12 pertandingan.

Hal itu dari meraih sembilan kemenangan, sekali imbang, dan baru dua kali kalah
Blaugrana di tangan Setien baru kalah di laga tandang dengan skor identik 0-2, dari Valencia di pekan ke-21 dan dari Real Madrid di pekan ke-26.

Quique Setien memang juga mencoba mengorbikan pemain muda dalam skuad, hal ini juga yang coba dikritisi dari hasil kurang memuaskan yang didapat dari Bacelona

“Namun kami juga ingin agar pemain berusia 17 tahun untuk bertingkah layaknya seorang pemenang Piala Dunia. Sekarang semua orang ingin menang. Jika saya memulai dengan empat pemain muda dan kami tak menang, mereka akan langsung memecat,” beber Quique Setien.

Padahal di awal di awal mantan pelatih Real Betis ini juga diminta untuk membuat pemain muda di Barcelona moncer. Namun kini semua berubah dengan keinginan manajemen klub mendatangkan ”pemain jadi” dari klub lain.

“Membuat pemain muda jadi hebat bukan hanya bagian rencana saya, tapi juga merupakan keinginan klub sepanjang musim ini. Jika anda merekrut lima pemain terbaik dalam berbagai posisi, ini bisa berdampak buruk bagi pemain akademi muda,” ungkap Quique Setien.

Kini yang harus dibuktikannya yakni mempertahankan gelar LaLiga Spanyol. Jika gagal, bisa jadi nama Ronald Koeman hingga Xavi Hernandez kembali mencuat untuk menggeser posisi Quique Setien dari kursi kepelatihan Barcelona.