Marc Marquez, pembalap MotoGP dari tim Repsol Honda.

Ayah Jorge Lorenzo mengkritik mantan rekan setim putranya, Marc Marquez dan mengatakan juara MotoGP tahun lalu itu selalu ingin menang meski dengan cara yang kurang sportif.

Marquez telah membuktikan diri sebagai salah satu pembalap tersukses, di ajanG MotoGP dan tampil dominan dalam tujuh musim terakhir.

Bersama Repsol Honda, Marc Marquez berhasil memenangkan enam musim beruntun, hanya sekali gagal saat kalah dari Jorge Lorenzo pada tahun 2015.

Karier Lorenzo sendiri mengalami pasang surut, dan akhirnya ia memutuskan pensiun tahun 2019 setelah pindah ke Repsol Honda.

Padahal ia memiliki potensi untuk sukses di musim keduanya bersama Ducati pada 2018.

Bersama Ducati, Lorenzo mulai bersaing dengan Marquez usai merebut tiga kemenangan. Sayangnya setelah itu, ia mengalami cedera karena terlibat kecelakaan beruntung.

Salah satunya ketika Lorenzo bersaing dengan pembalap asal Cervera itu di seri Aragon 2018. Pada  balapan tersebut Lorenzo jatuh di putaran awal.

Ia kemudian menuding Marquez memaksa dirinya melaju ke area lintasan yang kotor. Ayah Lorenzo, Chicho, mengatakan Marquez terlalu sembrono.

“Itu bukan kesalahan tapi manuver terukur dari seorang pebalap yang sangat teliti di sebuah balapan,” kata Chicho seperti dikutip  dari Tuttomotoriweb.

Menrutu Chico saat itu Marquez bergerak terlalu jauh dari jalurnya untuk mencoba mengganggu Lorenzo.

Terlebih saat itu, Lorenzo adalah pembalap yang menjadi saingin terberat Marquez dan itu membuatnya tertekan.

“Dia tidak butuh itu karena dia sudah menganggap dirinya sendiri sebagai pebalap terbaik, tapi dia terus melakukan aksi-aksi yang kurang menghormati lawan.”

“Yang paling penting untuk dia (Marquez) itu menang bagaimanapun caranya, sekalipun mesti menggunakan metode-metode yang tidak sportif,” tukas Chico.