Timnas Spanyol saat juara Euro 2012 (Sumber: Getty Images).
Kita telah melihat sepak bola berubah secara drastis dari waktu ke waktu. Setiap generasi memiliki skuat yang sangat berbakat dengan pemain legendaris, yang telah membuktikan kemampuan mereka dengan memenuhi harapan para penggemar mereka.
Terkhusus di kancah internasional, kerap kali dalam beberapa tahun terakhir ini, Timnas suatu negara dapat menciptakan generasi emas yang mampu meraih prestasi luar biasa di turnamen-turnamen bergengsi.
Dan untuk mengenal semua generasi terbaik, berikut ini adalah 5 generasi emas Timnas dalam sejarah sepak bola:
5. Inggris – (2001-2008)
Penggemar sepak bola di seluruh dunia tahu tim Inggris ini menjadi satu-satunya yang tidak pernah memenuhi potensi mereka.
Sebuah tim dengan pemain-pemain seperti David Beckham, John Terry, Frank Lampard, Joe Cole, Steven Gerrard, Michael Owen, Ashley Cole dan Wayne Rooney dijuluki sebagai ‘generasi emas’ Inggris oleh kepala eksekutif FA, Adam Crozier.
Tetapi mereka ternyata menjadi contoh sempurna dari kutipan “terlalu banyak koki merusak kaldu” karena tidak ada prestasi besar yang diraih oleh generasi ini.
4. Belanda – (1974-1978)
Gagasan total football dipelopori oleh klub Belanda, Ajax pada awal 1970-an. Cara bermain sepak bola ini terbilang sangat sukses, dengan klub Ibu Kota Belanda itu meraih kemenangan kejayaan mereka selama dua musim penuh (1971-72 dan 1972-73), dengan hanya satu kekalahan di seluruh musim 1971-72.
Tim nasional Belanda akhirnya memperkenalkan total footballa di Piala Dunia 1974, yang mengarah ke kesuksesan besar, 2 final Piala Dunia berturut-turut, semifinal Euro, dan beberapa Piala Eropa.
Selain Johan Cryuff, mereka memiliki pemain-pemain hebat seperti Piet Keizer, Willem van Hanegem, Johnny Rep, Ruud Krol, dan Johan Neeskens, yang sangat cocok satu sama lain.
3. Hongaria – (1950-1956)
Tim Hongaria tahun 1950-an disebut sebagai ‘Tim Emas’ atau ‘Magical Magyars’. Ferenc Puskás, László Kubala dan Sándor Kocsis adalah pemain sepakbola yang luar biasa, dan memiliki karier klub yang luar biasa dengan tim seperti Real Madrid dan Barcelona. Bintang-bintang lain dari skuat itu adalah Zoltán Czibor dan Nándor Hidegkuti.
Antara tahun 1950 dan 1956, tim ini memainkan 50 pertandingan, di mana mereka mencatat 42 kemenangan dan 7 hasil seri.
Ke-42 kemenangan ini termasuk mengalahkan Swedia 6-0, Italia 3-0, Inggris 6-3 dan 7-1, Jerman Barat 8-3, Korea Selatan 9-0, dan banyak lagi hasil-hasil terkenal lainnya.
Satu-satunya kekalahan datang di final Piala Dunia 1954 melawan Jerman Barat – kejutan abad ini, yang dikenal sebagai ‘Miracle of Bern’.
2. Prancis – (1998-2006)
Berbeda dengan tim Belanda dan Hongaria yang gagal mengubah kualitas menjadi prestasi, generasi emas Prancis tidak memiliki masalah seperti itu.
Mereka memiliki sekelompok pemain yang termasuk beberapa pemain sepak bola paling berbakat di dunia pada saat itu, seperti Zinedine Zidane, Thierry Henry, Laurent Blanc, Didier Deschamps, Eric Cantona, Patrick Vieira, Marcel Desailly, Robert Pires. Mereka kemudian memenangkan Piala Dunia dan Piala Eropa.
Keberhasilan pertama mereka datang di negara mereka sendiri ketika mereka mengalahkan Brasil 3-0 di final Piala Dunia 1998.
Tim Brasil memiliki beberapa pemain terbaik dunia seperti Ronaldo, Rivaldo, Cafu dan Roberto Carlos, dan mereka adalah juara bertahan. Dua gol dari Zinedine Zidane dan satu gol Petit menasbihkan Prancis sebagai raja sepak bola dunia yang baru pada saat itu.
1. Spanyol – (2006-2012)
Generasi Spanyol baru-baru ini adalah salah satu skuat pemain paling sukses di klub dan tingkat internasional yang pernah ada.
Sementara Spanyol memiliki beberapa tim yang bagus selama bertahun-tahun terakhir, mereka selalu menjadi tim yang tidak diperhitungkan di sepak bola internasional, dan tidak pernah membentuk tim yang secara konsisten memenangkan trofi.
Namun, semuanya berubah pada awal abad ke-21. Pasukan Spanyol penuh dengan pemain Barcelona dan Real Madrid, termasuk bintang-bintang seperti Iker Casillas, Andres Iniesta, Xavi, Xabi Alonso, Carlos Puyol, Sergio Busquets, David Villa, Gerard Pique dan Sergio Ramos.